BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Friday, April 2, 2010

Ambil Madunya, Tapi Jangan Hancurkan Sarangnya!

Di manapun kelembutan itu berada, ia akan menghiasi tempat itu. Demikian
halnya bila ia dicabut dari suatu tempat, ia akan mengotorinya. Kelembutan
tutur kata, senyuman tulus di bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang terpuji
saat bersua merupakan hiasan-hiasan yang selalu dikenakan oleh orangorang
mulia. Semua itu merupakan sifat seorang mukmin yang akan
menjadikannya seperti seekor lebah; makan dari makanan yang baik dan
menghasilkan madu yang baik. Dan bila hinggap pada setangkai bunga, ia
tidak pernah merusaknya. Semua itu terjadi karena Allah menganugerahkan
pada kelembutan sesuatu yang tidak Dia berikan kepada kekerasan. Di
antara manusia terdapat orang-orang "istimewa" yang membuat banyak
kepala tunduk hormat menyambut kedatangannya, banyak massa berjubel
ingin melihat mukanya, banyak hati bersimpati padanya dan banyak jiwa
memujanya. Dan mereka itu tak lain adalah orang-orang yang banyak
dicintai dan dibicarakan manusia dikarenakan kedermawanan dan
kelobaannya, kejujurannya dalam berjual beli, dan keramahan dan sopan
santunnya dalam bergaul. Mencari banyak teman merupakan tuntunan
dalam hidup yang selalu dicontohkan oleh orang-orang terhormat
dikarenakan akhlak dan perilakunya yang terpuji. Mereka itulah orang-orang
yang selalu berada di tengah-tengah kerumunan manusia dengan senyum
yang merekah, keramahan yang menentramkan dan sopan santun yang
menyejukkan. Dan karena itu, mereka selalu ditanyakan dan didoakan ketika
tak terlihat.

Orang-orang yang bahagia memiliki tuntunan akhlak yang secara garis besar
tercakup dalam slogan:

"Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang
yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi
teman yang sangat setia." (QS. Fushshilat: 34)

Begitulah, mereka dapat memupuskan rasa dengki dengan emosi yang
terkendali, kesabaran yang menyejukkan, dan kemudahan memaafkan yang
menentramkan. Mereka adalah orang-orang yang mudab melupakan
kejahatan dan mengingat kebaikan orang lain. Karena itu, tatkala katakata
kotor dan keji terlontar untuk mereka, telinga mereka tidak pernah memerah
dibuatnya. Bahkan mereka memandang kata-kata itu sebagai angin lalu
yang tak akan pernah kembali. Mereka itulah orang-orang yang selalu
berada dalam kedamaian, orang-orang yang berada di sekitar mereka
merasa aman, dan kaum muslimin yang bersama mereka pun merasa
tenteram. "Orang muslim adalah orang yang jika orang muslim lainnya tidak
merasa terganggu oleh lisan dan tangannya. Sedangkan orang mukmin
adalah orang yang membuat orang lain merasa aman terhadap darah dan
hartanya." (Al-Hadits), "Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk
menyambung tali silaturahmi pada orang yang memutuskan silaturahmi
denganku. Aku diperintahkan untuk mengampuni orang yang berlaku zcdim
terhadapku dan memberi kepada orang yang tidak pemah memberi
kepadaku." (Al-Hadits)

"Dan, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)."
(QS. Ali 'Imran: 134)

Sampaikan kabar gembira kepada mereka bahwa balasan Allah atas keteduhan,
ketentraman, dan kedamaian mereka adalah akan disegerakan. Sampaikan
pula sebuah kabar gembira kepada mereka bahwa mereka juga akan mendapatkan
balasan besar di akhirat berupa surga-surga dan sungai-sungai yang indah di sisi
Rabb mereka kelak. Yakni,

'Di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Berkuasa."
(QS. Al-Qamar: 55)


Read more...

Yang Lalu Biar Berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan
kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya
dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa
depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak
pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam
'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan
selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus
cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan
tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup
memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya
menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali,
karena ia memang sudah tidak ada. Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk
masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda
dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke
hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke
payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah,
keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah
terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan
kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis,
memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan. Membaca kembali lembaran
masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat,
dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur'an, setiap
kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka
lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu." Begitulah,
ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada
gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda
sejarah. Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya
orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.
Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang
meratapi masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayatmayat
itu dari kuburnya." Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa
binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini,
"Mengapa engkau tidak menarik gerobak?" "Aku benci khayalan," jawab
keledai. Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan
dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita
mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puingpuing
yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk
mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan
pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil
pada asalnya. Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan
sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke
depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan,
dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah
melawan sunah kehidupan!


Read more...

Pikirkan dan Syukurilah!

Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena
Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua
telapak kaki.

"Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan
sanggup menghitungnya." (QS. Ibrahim: 34)

Kesihatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya
tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah
menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah
mengetahuinya.

"Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir
dan batin." (QS. Luqman: 20)

Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.

"Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang
kamu dustakan?} (QS. Ar-Rahman: 13)

Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele,
sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti?
Apakah anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang
mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah? Maka
sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak
saudara di sekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit
yang mengganggunya? Pernahkah Anda merasa nista manakala dapat
menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di
sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?

Cuba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah
menjauhkan Anda dari ketulian. Cuba renungkan dan raba kembali mata
Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari
penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak
Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.
Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud,
atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda
mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda,
hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan
untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung? Begitulah, sebenarnya
Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempumaan tubuh, tetapi
Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan
gelisash, meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air
segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan
untuk terus berbuat. Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada,
sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah
terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal,
sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki
jembatan pengantar kebahagian, karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya.
Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah!

"Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan."
(QS. Adz-Dzariyat: 21)

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan,
kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah
termasuk golongan

"Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya."
(QS. An-Nahl: 83)


Read more...

Thursday, April 1, 2010

Penenang Hati


Read more...

Ya Allah!

{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap
waktu Dia dalam kesibukan.} (QS. Ar-Rahman: 29)

Ketika laut bergemuruh,
ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua
penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"
Ketika seseorang
tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya,
dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan
menyeru: "Ya Allah!" Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan
tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"
Ketika
pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan
digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"
Ketika semua cara tak
mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus,
dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"
Ketika
bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa
serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul,
menyerulah:"Ya Allah!"
Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran
debu hitam Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan
fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang
menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan
hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya. Setiap dini hari
menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh
harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arahNya untuk memohon
pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut,
mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan
tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali
berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan
akan semakin kokoh. Karena,

"Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-
Nya." (QS. Asy-Syura: 19)

Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan
yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.

"Apakah kamu tahu ada
seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?"
(QS. Maryam:
65)
Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan,
kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.

"Milik siapakah kerajaan pada hari ini?
Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." (QS. Ghafir: 16)
Allah:
dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan
kebaikan. {Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lab.
(datangnya).} (QS. An-Nahl: 53) Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan,
kekuatan dan keperkasaan.
Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, Kekudusan-Mu
tetap meliputi semua arwah Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua
makna, akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku


Read more...